[REVIEW] NOVEL MELANGKAH - J.S. KHAIREN

Semua review disini murni pendapat pribadi dan tidak berniat menjelekkan atau mengagungkan karya orang lain. Setiap orang memiliki selera bacaan masing-masing. Terima kasih.

Novel Melangkah oleh J.S. Khairen (ebooks.gramedia.com)

Judul: Melangkah

Penulis: J.S. Khairen

Tahun Terbit: 2020

Jumlah Halaman: 372 halaman

ISBN: 9786020523316

Bahasa: Indonesia


Listrik padam di seluruh Jawa dan Bali secara misterius! Ancaman nyata kekuatan baru yang hendak menaklukan Nusantara! Saat yang sama, empat sahabat mendarat di Sumba, hanya untuk mendapati nasib ratusan juta manusia ada di tangan mereka! Empat mahasiswa ekonomi ini, harus bertarung melawan pasukan berkuda yang bisa melontarkan listrik! Semua dipersulit oleh seorang buronan tingkat tinggi bertopeng pahlawan yang punya rencana mengerikan. Ternyata pesan arwah nenek moyang itu benar-benar terwujud. “Akan datang kegelapan berderap, bersama ribuan kuda raksasa di kala malam. Mereka bangun setelah sekian lama, untuk menghancurkan Nusantara. Seorang lelaki dan seorang perempuan ditakdirkan membaurkan air di lautan dan api di pegunungan. Menyatukan tanah yang menghujam dan udara yang terhampar.” Kisah tentang persahabatan, tentang jurang ego anak dan orang tua, tentang menyeimbangkan logika dan perasaan. Juga tentang melangkah menuju masa depan. Bahwa, apa pun yang menjadi luka masa lalu, biarlah mongering bersama waktu.


Pertama kali tertarik untuk baca novel ini karena dapat rekomendasi dari goodreads. Rating yang ada di goodreads juga bisa dibilang besar dan mendapat review positif dari banyak orang. Lalu, aku iseng membaca blurbnya dan secara mengejutkan novel ini adalah tipe yang aku banget. Novel petualangan tapi dengan rasa lokal! Aku rasa cukup jarang (atau aku yang jarang baca) novel dengan tipe petualangan yang di Indonesia selain miliknya Luna Torashyngu. Tentu sekarang aku tertarik dan akhirnya membaca novel ini dan apakah novel ini sesuai dengan ekspektasi?


BACA JUGA: (REVIEW) Dua Dunia oleh Luna Torashyngu


Bab awal atau episode kalau dalam buku ini, disajikan dengan sangat bagus yang membuat siapa pun akan sangat semangat untuk terus melanjutkan. Karena first impression itu juga penting untuk buku loh bukan hanya orang doang. Kental dengan adat Sumba dan kejadian tragis membuat kita berpikir bahwa center dari novel ini adalah bocah yang diceritakan. Meskipun tak salah 100% tapi memang  cukup mengejutkan karena apa yang aku pikirkan berbeda dengan realita. Artinya novel ini mampu memberikan unsur kejutan untuk pembacanya.


Beberapa reviewer mengatakan bahwa novel ini memiliki fast pace tapi aku justru berpikir sebaliknya. Pembukaan novel ini cukup malah sangat panjang. Untuk mengetahui apa yang terjadi aku butuh membaca setengah lebih novel ini. Meskipun sudah diberi petunjuk mengenai permasalahan yang akan diangkat tapi untuk dipaparkan dengan nyata dan bertemu musuhnya lama sekali yang membuatku sempat malas membacanya (maaf aku memang cepat bosan). Jadi apa yang diceritakan selama 100 lebih halaman awal?


Memaparkan kondisi para pahlawan di buku ini. Ini penting, tentu saja kita harus tau dong pahlawan macam apa yang akan datang di buku ini dan menemani kita. Tapi, itu panjang banget dan tidak menarik untuk aku baca jujur saja. Apalagi dalam novel ini mereka sering sekali berdebat. Okelah aku paham si penulis ingin memberikan ilmu kepada pembacanya sekalian yaitu dengan sedikit-sedikit memaparkan ilmu ekonomi dalam pembicaraannya yang jujur saja malah membuatku langsung skip skip skip. Penambahan penjelasan tentang suatu ilmu itu bagus dan membuat pembacanya menambah wawasan tapi aku jujur kurang menyukai karena menganggap hal itu kurang masuk ke konteks karena di awal buku banyak sekali mereka membawa-bawa ilmu ekonomi dalam setiap dialog.


Untungnya setelah berhasil melewati “rintangan berat” bagiku, perjalanan para pahlawan ini semakin seru. Mencari kebenaran yang terjadi, legenda yang menarik (seharusnya ini yang diperbanyak) dan aksi-aksi silat para tokoh utama ini juga sangat menarik diikuti. Semenjak memasuki bagian ini jujur saja aku tidak bisa berhenti baca karena penasaran akan seperti apa selanjutnya. Memasuki fase dengan musuh ini baru bisa aku bilang fast pace karena para tokoh ini sudah menerima kenyataan dan langsung menuju si musuh.


Selama menuju akhir buku tentu semakin seru ya isinya. Perjuangan mati-matian dengan berbagai adu silat yang sebenarnya tidak bisa aku bayangin sih karena kurang familiar dengan silat, tapi aku bisa ikut merasakan ketegangan dan seberapa keras mereka berjuang untuk mengalahkan musuhnya. Meskipun aku sempat kesal kenapa tidak dijelaskan dengan gamblang rencana jahatnya karena itu yang bikin aku kepikiran terus karena bingung. Tapi, ternyata buku ini aka nada sekuelnya dan aku gak menyangka. Mungkin ini salah satu alasan kenapa buku pertama masih banyak penjelasan yang tak dipaparkan.


Lalu bagaimana dengan para tokoh? Selain dengan dialog menyebalkan mereka, aku rasa pemilihan dan pemaparan tokohnya sangat baik. Kita bisa tau karakter seperti apa yang ingin mereka tunjukkan dan cukup membekas juga. Meskipun aku tetap tidak bisa lantas menjadi fans para heroes di novel ini. Tidak bermaksud membandingkan, tapi aku terbiasa dengan tokoh yang meskipun masih remaja tapi bisa bersikap dewasa apalagi ia yang jadi tumpuan utama. Sedangkan itu tidak aku dapatkan di novel ini.


Yaaah setelah baca aku mungkin hanya akan bisa bilang cukup untuk novel ini. Idenya bagus banget yang benar-benar kejadian di dunia nyata dan menarik banget, meskipun disampaikan dengan agak kurang menurutku ditambah tokoh yang tidak bisa klik langsung klop saat pertama kali baca. Aku akan beri rating 3/5 untuk novel ini, karena aku yakin tidak akan mengulang membaca novel ini lagi. Tapi aku tetap akan menunggu buku selanjutnya dan berharap akan lebih baik lagi. Sekian reviewnya. Selamat membaca 😊


BACA JUGA: [REVIEW] NOVEL DUNIA ANNA - JOSTEIN GAARDER


"Hadiah terbaik tidak selamanya yang paling besar, yang paling mahal dan yang paling langka di dunia ini. Hadiah terbaik, kadang datang dalam bentuk kehadiran (hal.262)"

Post a Comment

4 Comments

  1. Bagus ulasannya tanpa ada yang disembunyikan bagian kekurangannya.
    Biasanya periview buku lainnya kan selalu hal yang bagus disampaikan.

    Kisah buku ini menurutku bagus tapi tidaklah istimewa.
    Lempeng saja jalinan ceritanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih commentnya :) saya selalu usaha jujur kalo review supaya gak menipu yang baca ke blog ini.

      Iya kisahnya bagus tapi memang kurang berkembang... semoga buku selanjutnya lebih baik lagi

      Delete
  2. Wah saya selalu suka kalau ada buku yang ada scene tentang ilmu bela dirinya, terutama silat. Soalnya punya keinginan terpendam untuk belajar ilmu bela diri tapi masih mood2an, hiks. Saya juga suka kalau buku tersebut kental menggambarkan adat dari daerah tertentu. Semoga nanti bisa 'berjodoh' juga dengan buku ini.

    Btw sepertinya ini pertama kalinya saya berkunjung ke blog Mbak Tika ya? Salam kenal ya Mbak, dari sesama blogger buku ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, lanjutin dong mba belajar ilmu bela dirinya hehehe... iya buku ini emang Indonesia banget makanya diawal langsung tertarik buat baca.

      Makasih kunjungannya Mba Ira :) semoga blog ini bisa berkembang kayak blog Mba Ira yang bagus banget

      Delete