Semua review disini murni pendapat pribadi dan tidak berniat menjelekkan atau mengagungkan karya orang lain. Setiap orang memiliki selera bacaan masing-masing. Terima kasih.

dial a for aunties, review, book romance, comedy, mystery

Judul: Dial A for Aunties

Penulis: Jesse Q. Sutanto

Tanggal Terbit: 27 April 2021

Jumlah Halaman:  320 halaman

ISBN: 9780593336731

Bahasa: Inggris

BLURB

Ketika Meddelin Chan berakhir tanpa sengaja membunuh teman kencan butanya, Ibunya yang suka ikut campur memanggil para tantenya yang bahkan lebih suka ikut campur untuk membantu menyingkirkan mayat ini. Sayangnya, mayat ini lebih sulit untuk disingkirkan daripada apa yang dibayangkan, apalagi tanpa sengaja mayat ini ikut dikirimkan dalam cake cooler ke pernikahan bilionare dimana Meddy, ibunya, dan para tantenya ini bekerja di sebuah pulau resort di California. Ini salah satu pekerjaan terbesar untuk bisnis pernikahan keluarganya, dan tak ada satupun bahkan sebuah mayat, yang akan mengganggu bunga buttercream milik tantenya yang sempurna.

Tapi segalanya berubah dari tidak nyaman menjadi benar-benar menyiksa ketika cinta masa kampus Meddy yang hebat—dan patah hati terbesar—muncul secara mengejutkan di tengah kekacauan pernikahan. Apakah mungkin untuk lolos dari tuduhan pembunuhan, memikat mantannya kembali ke dalam hidupnya, dan mengadakan pernikahan yang menakjubkan dalam satu akhir pekan?


REVIEW

Tulisan ini aku akan ikutkan ke JanexLiaRC bulan ini karena punya tema cover warna kuning. Udah cocok banget kan? Setelah membongkar tumpukan TBR akhirnya bisa ikutan (setelah hampir hopeless gak punya TBR dengan buku cover kuning). Dan tentunya berterima kasih banget akhirnya baca juga buku ini setelah tahun lalu rame banget yang ngomongin sampe Lia juga nyaranin buat baca ini akhirnya ada juga deh motivasinya untuk baca.

Selain rame diomongin sejak tahun lalu, sebenarnya alasan lain tertarik untuk baca buku ini tuh karena tokoh (dan penulisnya) menyinggung sedikit banget budaya Indonesia (tepatnya sih Chinese Indonesian) dan kayaknya tuh budaya Asiannya bakal kentel banget disini. Kedua buku ini tuh ada genre mystery-nya dan ada juga komedi, romance yang bikin aku penasaran bakal gimana sih buku ini tuh disampein apalagi reviewnya bagus-bagus banget.

Untuk alurnya tuh cepet diawal dan abis itu lumayan lambat ya. Cepet karena kejadian “pembunuhan tak disengaja” ini tuh gak butuh waktu lama untuk disampaikan ke pembaca, setelah itu baru jalannya lambat banget karena mereka akan bekerja sebagai WO di sebuah resort mewah yang sialnya mayat itu harus ikut kekirim ketika Meddy bersama Ibu dan tantenya harus menyimpan tubuhnya di dalam pendingin kue milik tantenya. Pas baca bagian ini tuh aku kayak “wah ini kacau sekacaunya banget sih”.

Setelah mayat ini berpindah, satu hal yang bikin aku penasaran banget adalah gimana nantinya si Meddy bisa menyelesaikan kekacauan ini dan akan jadi gimana nasib mereka. Makanya baca ini tuh gak butuh waktu lama meskipun alurnya lambat banget buat aku.

Ketika banyak orang kasih review bahwa buku ini tuh entertaining, lucu, seru, bikin ngakak. Tentu ekspektasi aku akan kesana dong. Dan menurutku pribadi, ekspektasiku ini terpenuhi banget. Sumber kelucuan ini tak lain tak bukan karena Ibu dan para tante Meddy yang tingkah lakunya out of the box banget. Gimana mereka yang santai banget ketika harus “mengurus mayat”, masih bisa kerja dengan normal, belom lagi komentar-komentar mereka di situasi yang aneh dan menegangkan banget, membuat situasi itu gak lagi bikin menegangkan! Salah satu scene yang membekas banget buat aku itu ketika sang Ibu masih bisa memuji dan bangga pada Meddy ketika anaknya baru aja membunuh orang! Ini kocak banget sih, bisa-bisanya! Bagian kocak lainnya ketika kita akan membaca Bahasa campur-campuran yang dipakai oleh Ibu dan Tantenya, ketika Bahasa Indonesia plek ketiplek di-translate ke Inggris, itu kocak banget. yesterday my body not taste so delicious…..” enggak enak badan dong berubah jadi gitu 🤣

Konfliknya juga ruame banget di buku ini, belum cukup disibukkan dengan mayat yang harus mondar-mandir di resort, ditambah lagi masalah dengan keluarga pengantin yang bikin heboh dan kacau, dan bertemunya Meddy lagi dengan Nathan, cintanya dahulu. Kalau dipikir-pikir dalam 2 hari itu kacau banget sih hidupnya Meddy, terlalu banyak yang harus dia pertaruhkan.

Tapi, yang paling aku suka sudah pasti sih kekeluargaan di keluarga Meddy itu. Meskipun banyak berantem-berantemnya tapi mereka tuh peduli banget satu sama lain. Gimana mereka rela repot untuk hal yang mengerikan seperti ini, bukan hal yang mudah untuk menerima salah satu anggota keluarga kita tidak sengaja membunuh dan lagi mereka membantu untuk menyelesaikan masalahnya, menerima dengan mudah banget malahan. Makanya pas liat cerita mereka ini salut banget sama kekeluargaan mereka.

We are family, we work together, we always there for each other.

Bagaimana dengan ending-nya? Hmmm... puas gak puas sih, agak mengganjal buat aku tapi kalau dipikir-pikir untuk buku ini sih ya mungkin itu adalah ending yang paling cocok karena emang buku ini tuh bukan 100% mystery jadi emang gak bisa dibandingkan dengan buku mystery yang biasa kita baca.

Apa yang tidak aku suka di buku ini? Meddy. Yap, kalian gak salah baca tapi aku malah berkurang drastis simpatinya ke Meddy. Ibu dan para Tante Meddy memang menyebalkan, ada beberapa part yang bikin aku kayaknya lebih stress daripada mereka yang ada di buku ini 🤦️ tapi aku merasa itu jadi poin lebih untuk tokoh mereka. Tapi, Meddy terlalu banyak sikap dia yang bikin aku emosi jiwa. Mulai dari ketika hubungannya dengan Nathan (yang menurutku bodoh banget dan berkali-kali bodohnya), sifatnya yang agak “menyelahkan” keluarganya, dan masih ada beberapa poin lagi yang bikin aku kesel.

Bagiku sebuah tokoh itu salah satu yang penting banget yang akan membuat aku enjoy dengan suatu buku atau tidak. Beberapa buku yang aku baca punya plot bagus tapi tokoh yang “zonk” bikin emosi doang dan berakhir rating seadanya. Makanya buatku tokoh itu penting banget. Justru di buku ini aku malah suka sama Nathan padahal airtime nya dikit tapi mungkin itu yang bikin aku lebih mudah suka bahkan pengantin di hari itu juga aku lebih suka 🙈.

Karena tokoh Meddy yang ternyata tidak cocok denganku akhirnya dengan berat hati aku harus mengurangi rating buku ini. Aku beri rating 3.5/5untuk keseluruhan buku. Bisa berbeda untuk tiap orang karena banyak banget kok yang suka dan aku sih cuma masalah tokoh doang yang kurang tapi lainnya sih oke banget!