[REVIEW] NOVEL THE MIDNIGHT LIBRARY - MATT HAIG

 Semua review disini murni pendapat pribadi dan tidak berniat menjelekkan atau mengagungkan karya orang lain. Setiap orang memiliki selera bacaan masing-masing. Terima kasih.

The Midnight Library (sumber: goodreads)

Judul: The Midnight Library

Penulis: Matt Haig

Tanggal Terbit: 13 Agustus 2020

Jumlah Halaman: 295 halaman

ISBN: 9780525559481

Bahasa: Inggris

 

BLURB

Diantara hidup dan mati ada perpustakaan.

Ketika Nora Seeds menemukan dirinya berada di Midnight Library, ia memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Sampai sekarang, hidupnya penuh dengan kesedihan dan penyesalan. Ia merasa membuat banyak orang kecewa, termasuk dirinya. Tapi segalanya akan berubah.

Buku-buku yang ada di Midnight Library mengizinkan Nora menjalani kehidupan yang jauh berbeda karena keputusan-keputusan yang ia ambil berbeda daripada yang telah ia ambil sebelumnya. Dengan bantuan teman lama, ia bisa mengulang semua penyesalannya saat ia berusaha menciptakan kehidupan yang sempurna. Tapi semuanya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang ia harapkan dan pilihannya bahkan membuat ia dan perpustakaan ini berada dalam bahaya.

Sebelum waktu habis, ia harus menemukan jawaban paling tepat atas pertanyaan “bagaimana cara hidup yang paling baik?”

BACA JUGA: [REVIEW] NOVEL BANYU BIRU - AYU DEWI

SINOPSIS

Nora merasa hidupnya sangat payah. Tak satupun yang ia lakukan membuahkan hasil. Ia gagal menikah dengan Dan, kekasihnya saat itu. Ia berhenti berenang yang sudah ia geluti sejak ia kecil dan mengecewakan ayahnya. Belum lagi kedua orang tuanya pun telah meninggal. Ia juga meninggalkan The Labyrinths, band yang dibentuk oleh sang adik, Joe. Kepergian Nora dari band ini membuat ia semakin jauh dari Joe dan dibenci oleh teman-teman satu band-nya.

Nora bahkan juga dipecat dari pekerjaan baik sebagai penjaga toko ataupun guru les piano. Padahal murid yang ia miliki hanya 1 dan itu pun memberhentikannya. Ia pun harus berjauhan dengan sahabatnya, Izzy dan tidak pernah lagi berbicara dengannya. Seakan melengkapi kesengsaraannya, kucing Nora satu-satunya yang selalu menemaninya bernama Volts, ditemukan mati dipinggir jalan oleh Ash, kenalannya. Hidup Nora tidak memiliki arti lagi dan ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara overdosis.

Nora terbangun disebuah perpustakaan. Ia mengira ia pasti telah meninggal. Namun, keadaan perpustakaan ini terlalu nyata untuk dikatakan sebagai dunia setelah kematian. Ada begitu banyak buku dan tak ada jalan keluar setelah ia memasuki perpustakaan ini. Ia bertemu dengan Mrs. Elm, penjaga perpustakaan ketika ia masih sekolah. Mrs. Elm menjelaskan bahwa kini ia berada diantara hidup dan mati. Selama Midnight Library ini menunjukkan pukul 00.00 maka ia masih bisa diselamatkan.

Di Midnight Library ini Nora diberi kesempatan untuk mengulang kejadian-kejadian yang ia sesali di hidupnya dan menjalani kehidupan yang benar-benar berbeda. Nora ditunjukkan Book of Regrets, berisikan penyesalan-penyesalan yang ia alami selama hidup dan diminta memilih untuk mengubah kehidupan apa yang telah ia sesali.

Every life contains many millions of decisions. Some big, some small. But every time one decision is taken over another, the outcomes differ. An irreversible variation occurs. Which in turn leads to further variations

Nora awalnya tidak ingin sama sekali melakukan ini. Ia sudah sangat yakin untuk mengakhiri hidupnya saja dan tak ada satupun hidup yang bisa membuat ia bahagia. Tapi, dengan segala bujukan dan wejangan Mrs. Elm, Nora akhirnya setuju untuk menjalani hidupnya kembali.

Regrets don’t leave. They weren’t mosquito bites. They itch forever.

Penyesalan pertama adalah ketika ia membatalkan pernikahannya dengan Dan, 2 hari sebelum upacaranya. Kini ia kembali ke kehidupan dimana ia dan Dan menikah. Ketika sadar ia berada di sebuah desa, ia sadar bahwa mereka mewujudkan impian Dan untuk memiliki suatu bar di sebuah desa. Belum lama menjalani hidup ini, Nora merasakan ada yang salah antara hubungannya dengan Dan. Ternyata, selama pernikahan ini Dan pernah “tidur” dengan wanita lain sebanyak 2 kali. Hidup ini bukanlah hidup yang ingin Nora jalani dan ia pun kembali ke Midnight Library.

Kehidupan lain yang ia coba adalah ketika ia memutuskan untuk pergi ke Australia dengan Izzy. Saat ia batal menikah dengan Dan, Izzy mengajaknya untuk pindah ke Australia dan menikmati hidup disana. Tapi, kenyataannya ia berada sendiri disana. Taka da Izzy yang menemaninya. Usut punya usut, Izzy telah meninggal karena kecelakaan mobil sepulang merayakan ulang tahun Nora.

Lalu ada juga ketika ia tidak berhenti dari berenang. Ia memiliki tubuh yang jauh lebih segar dan prima dibandingkan kehidupan aslinya. Ia juga ternyata berhasil meraih medali di Olimpiade. Di kehidupan ini ia memiliki prestasi yang cemerlang, terkenal, dan sangat percaya diri. Bahkan ayahnya masih hidup dan Joe masih disampingnya. Tapi, Nora ditampar kenyataan bahwa ayahnya selingkuh dari Ibunya, Joe berada di sisinya hanya karena uang dan Ibunya harus meninggal sendiri dan kesepian.

Di kehidupan yang baru ini ia mencoba ketika tak keluar dari band adiknya, The Labyrinths. Ia menjadi vokalis yang sangat terkenal dan berhasil menggelar tur dunia. Tapi, kehidupan seorang artist tak pernah sepi, ia dibenci banyak media, tersandung banyak skandal dan puncaknya ternyata Joe tak ada di kehidupan ini karena telah meninggal akibat overdosis.

Tak satupun kehidupan yang Nora jalani berujung Bahagia. Semuanya berujung pada kecewa. Bahkan kehidupan yang gemilang dan kaya pun tak membuatnya bahagia. Nora sudah tidak yakin ada hidup dimana ia bisa Bahagia. Setelah mengalami kekecewaan berulang, Nora sadar bahwa semua hidup yang telah ia lalui itu bukanlah keinginannya melainkan mimpi dari orang-orang terdekatnya. Kini Nora siap menjelajahi Midnight Library, mencari hidupnya yang sempurna.

If you aim to be something you are not, you will always fail. Aim to be you. Aim to look and act and think like you. Aim to be the truest version of you. Embrace that you-ness. Endorse it. Love it. Work it. And don’t give a second thought when people mock it or ridicule it.

SPOILER ENDING!:

REVIEW

Perfect book to end my January! Sedikit cerita aku memutuskan untuk berhenti sejenak langganan Gramedia Digital karena ingin membereskan tumpukan TBR buku fisik dan ebook yang ada di google play. Dari seluruh buku yang menumpuk aku memilih The Midnight Library ini untuk aku baca mengingat buku ini memiliki rating yang tinggi di goodreads yaitu 4.22 dan bahkan memenangkan Goodreads Choice Award for Fiction (2020). Tentu makin penasaran dong dan aku gak menyesal!

Membahas sedikit alur cerita dari buku ini. Buku yang tebalnya gak sampai dengan 300 halaman ini bisa cepet banget aku selesaikan mungkin hanya sekitar 2-3 hari dengan keadaan aku tetap kerja paginya. Ceritanya itu sederhana banget, kita cuma melihat pilihan-pilihan kehidupan yang Nora jalani dan bagiku ini bisa tricky banget. Bisa jadi kamu bakal suka atau malah enggak.

Saking sederhananya cerita ini, meskipun berlabelkan buku fantasy kita tidak akan menemukan cerita-cerita menegangkan atau mengejutkan di buku ini. Tapi, yang menarik dari buku ini justru pesan moral yang terus-terusan disampaikan sepanjang ceritanya. Justru yang menarikku untuk terus baca karena aku penasaran akhirnya hidup seperti apa yang Nora inginkan untuk dirinya.

Mengikuti beberapa perjalanan pilihan hidup Nora juga buatku seru sih. Berbagai pilihan yang Nora lakukan nyatanya tidak membawakan kebahagiaan untuk Nora sendiri. Sedikit perbedaan dari pilihan Nora nyatanya mengubah atau mempengaruhi kehidupan Nora dengan sangat besar.

Ceritanya juga sangat relate dengan kehidupan kita sehari-hari, tentang kegalauan atas berbagai pilihan yang ada di hadapan kita. Tokoh Nora juga sangat realistis sih. Dia gak sempurna bahkan cenderung punya motivasi yang rendah tapi ketika udah mencoba berbagai jenis kehidupan kita jadi bisa lihat perkembangan karakter si Nora itu sendiri.

Hal yang bikin aku betah baca buku ini karena mengajak aku merenung selama baca. Jadi membayang-bayangkan apa yang terjadi sekarang kalau aku ambil pilihan yang A atau B atau C. Kepikiran apakah aku sekarang akan ada disini? Apakah akan lebih bahagia atau enggak? Karena jujur aja, tiap manusia pasti ada aja mengalami momen penyesalan. Menyesal karena gak pilih ini, menyesal karena gak jawab seperti ini, dll dan menurutku ini wajar banget sih.

Namanya juga manusia gak ada yang sempurna dan setiap kehidupan gak ada yang sempurna. Dari Nora kita tau, apapun pilihan yang diambil Nora akan selalu ada kekurangannya. Walaupun hidupnya bergelimang harta ternyata ia tidak dikelilingi orang yang mencintainya, ia susah pun tetap aja ada yang bikin dia semakin susah. Jadi, emang pesan dari buku ini tuh bagus banget yang aku tangkep. Apapun pilihan kita, yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani dan menyikapinya.

Oh ya, di buku ini juga sedikit menyinggung tentang multi universe, ada sedikit teori disisipkan tentang kehidupan parallel. Masuk akal aja karena Nora datang ke kehidupan yang bukan ia jalani dan ia bahkan tak ingat apapun. Meskipun di dunia nyata kita gak tau beneran ada apa enggak. Sayangnya teori ini emang gak terlalu diulik dalam banget oleh penulis. Takutnya emang bakal menghilangkan esensi kisah yang diangkat.

The multiverse isn’t about just some universe. It’s not about a handful of universes. It’s not even about a lot of universes. It’s not about a million or a billion or a trillion universes. It’s about an infinite number of universes. Even with you in them. You could be you in any version of the world, however unlikely that world would be.

Aku secara pribadi kasih rating buku ini 4/5 bintang! Terkesan banget sih sama buku ini. Padahal pas dipikir-pikir ya itu tadi, konfliknya gak seberat buku fantasy yang biasa aku baca. Kalau teman-teman tiba-tiba ada di Midnight Library, kira-kira penyesalan apa nih yang ingin diulang? Atau malah gak ada? Boleh banget nih share-share cerita kalian 😊

BACA JUGA: [REVIEW] NOVEL TUJUH KELANA - NELLANEVA

Post a Comment

20 Comments

  1. Ihhh nggak nyangka bukunya semenarik ini 😍 aaaahhh aku jadi ingin baca! Tapi mungkin menanti versi terjemahan atau nanti kalau TBR udah mengurang banyak 🤣. Buku ini mengingatkanku akan buku-buku karya Micth Albom yang setiap kisahnya penuh pembelajaran hidup 😍
    Aaah, racun banget banget kali ini 🤣. Thank you for the review, Kak Tika ❤️

    Btw, kalau aku ada di Midnight Library, aku nggak ingin ubah apa-apa tapi aku pengin lihat sih kehidupanku di verse lain seperti apa 🤣 *anaknya kepo-an*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya Li, abisin TBR duluuuu baru nambah buku bacaan lagi. Kebetulan ini udah masuk list jadi mengurangi TBR deh. Aku belom pernah baca buku-bukunya Mitch Albom, kayaknya sih emang terkenal banget ya karyanya beliau dan bermakna banget.

      Hahahaha kayaknya aku juga kalo masuk Midnight Library mau kepo dengan hidup yang lain, sama kayak Lia 🙈

      Delete
    2. Soalnya aku kira ini buku non-fiksi, jadi aku nggak nyangka kalau isinya seperti ini 🤣. Menarik bangeeet! Semoga ada versi terjemahannya nanti huhuhuhuhu.
      Btw, Kak Tika kalau mau baca Mitch Albom, beberapa bukunya ada di GD dan iPusnas lho. Bisa coba dari Meniti Bianglala (The Five People You Meet in Heaven) kalau mau hihihihi.

      Wkwkwkwk sesama tim kepo nih kita yak 🤣. Kayaknya seru aja gitu kalau bisa lihat verse lain dari hidup kita 🤣

      Delete
    3. Iyaaa bukunya juga hype banget nih, siapa tau tertarik buat diterjemahin..
      Woo baru tau malah kalo di GD dan Ipusnan ada Mitch Albom... nanti aku cek deh kalo gitu saran dai Lia

      Delete
  2. Wuaa, menarik banget nih kayanyaa.. Aku jadi pensaran juga pengen baca Mba. Awalnya aku kira ini ala2 orang yg menikmati menhabiskan waktunya di perputakaan kaya buku The Storied of Life nya AJ Fikry. Ternyata bukan.
    Dari awal cerita novelnya yg Mba Tika cerita, aku malah keinget film Last Christmas nya Emilia Clarke. Itu juga semua yg terjadi di hidupnya berantakan semua. Dan ada sentuhan fantasynya juga jadi baguus..
    Makasi buat sharing reviewnya Mba Tika ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga sama kayak Mba Thessa nih ngiranya emang ya berhubungan dengan perpus beneran eh ternyata beda banget!
      Wah aku malah belom pernah tuh nonton film Last Christmas, kayaknya menarik juga buat ditonton mengingat buku ini aja aku suka banget!

      Delete
  3. Eh mba Tikaaa dari kemarin itu aku kepengin baca buku nya Matt haig tapi binggung mau baca yang mana, di gramdig juga ada koleksi bukunya beliau yang lain mbaa.

    Anyway ini kayaknya seru ya kalo aku baca dari ulasan mba Tikaa, mengingatkanu dengan salah satu dorama jepang mba, bisa mengulang waktu di masa lalu dan memperbaikinya. Menarik banget niiih, kayaknya bakalan aku baca kalau sudah ada terjemahannya 😁👀 dan quotesnya cukup menohok, aku suka bagian diatas

    “Regrets don’t leave. They weren’t mosquito bites. They itch forever.” agak miris bacanyaa.

    Terima kasih ya mba Tika buat reviewnya hihihi👍🏻🎉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa Mba, aku malah lebih tau ini duluan gara2 masuk Goodread Choice Award, tapi di GD belom ada terjemahannya sih masih yang Inggris, aku sih bacanya di Playbook lebih murah wkwkwk

      Iyaaa emang ceritanya baguuuus banget, kalo udah diterjemahin jangan lupa langsung dibaca Mba! Gak bakalan menyesal nih!

      Delete
  4. setelah gagal menikah, nora juga kehilangan kucing kesayangannya itu pasti sedih bnget ya. walaupun kucing itu hanya seekor binatang tapi mereka bisa kasih kita hiburan dan candaaan karena tingkah lakunya yg lucu. hehe maap baper kak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa emang sedih banget sih itu kisahnya Nora... seakan2 beneran sendirian disana....
      Hihihi gapapa kok baper karena buku mah 😅

      Delete
  5. Terima kasih ulasannya, Tika!

    Awalnya aku sempat ragu untuk memasukkan buku ini ke TBR. Setelah baca ulasanmu, sepertinya buku ini memang sejalan dengan minatku sekarang. Semoga bisa segera baca sebelum perhatianku teralihkan oleh buku lain xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook baca Far! Ini emang bukunya bagus banget. Aku sendiri aja gak nyangka kalo begini jadinya buku ini 😁

      Delete
  6. Ide ceritanya keren, pesan moralnya keren, dan yang paling penting review ini keren, sukses ngeracun kita semua untuk baca buku ini, wkwkwk. Ada di Gramedia Digital ya bukunya. Semoga bisa menjadi buku yang akan saya baca berikutnya XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi makasih Mba Ira... di Gramedia Digital ada sih versi Inggrisnya jadi ya gak bisa langganan tapi harus beli. Kalo ada waktu wajib banget baca buku ini Mba!

      Delete
  7. Wah, makin menguatkan untuk segera baca bukunya. Padahal buku ini udah dari tahun lalu jadi timbunan e-book di Apps Bookmate cuma ya itu maju mundur entah karena apa hahah, dan bulan ini blm baca buku apa-apa. Jadi sepertinya sudah buku ini jadi pilihan untuk dibaca di bulan ini..
    Makasih review nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuks yuks dibaca! Bukunya bagus dan penuh nilai banget, jadi gak akan kecewa kalo mau baca ini hihihi
      Makasih juga sudah berkunjung ya 😊

      Delete
  8. Makasih review keren-nya Mbaa Tika. Jadi, tergoda untuk baca novel terbaru Matt Haigh. Sepertinya sangat menarik yah ...
    Sebelumnya, saya udah pernah baca buku dia sebelumnya, Reasons to Stay Alive, yang itu bagus banget.
    Sempet ragu niiih tapi setelah baca review Mbaa Tika bikin gak sabaran mau baca juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah aku juga berminat untuk baca karya-karya lain dari Matt Haig nih Mba karena yang ini bagus banget, jadi penasaran buat baca karyanya yang lain juga.
      Kalo ada waktu boleh banget nih baca buku ini Mba!

      Delete
  9. Salah satu buku yang pengen saya beli selain serial Bumi. Baca review blogger, termasuk review mbak tika ini, jadi nambah penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dibaca! Ini bagus banget dan banyak moral values nya~

      Delete